Candu Judi Slot, Pria Ini Nekat Tipu Transfer Rp7 Juta – IDN Times Lampung

Regional
Kategori
Event
DOWNLOAD IDN APP SEKARANG!
Pringsewu, IDN Times – Seorang pria melancarkan aksi penipuan modus pura-pura meminta transfer uang di salah satu gerai agen BRI Link di Pekon Sukaratu, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pringsewu, Selasa (3/10/2023).
Tersangka inisal FS (30) warga Pekon (Desa) Menggala, Kecamatan Kota Agung Timur, Kabupaten Tanggamus. Aksi nekat itu dilakukan karena kecanduan judi online jenis slot.
“Benar, tersangka FS, diamankan petugas dan warga tak lama setelah melakukan aksi penipuan modus pura-pura transfer di BRI Link Pekon Sukaratu,” ujar Kapolsek Pagelaran, Iptu Hasbulloh saat dimintai keterangan, Kamis (5/10/2023).
Baca Juga: 2 Ibu Lansia Bawa Mobil Kepergok Ngutil di Minimarket Pringsewu
Kata Hasbulloh, pria tuna karya alias pengangguran tidak memiliki pekerjaan itu diamankan kepolisian saat bersembunyi di dalam rumah warga tidak jauh dari tempat kejadian pekara (TKP). Itu sesaat pascamelancarkan aksinya di gerai BRI Link milik korban Sefty Wulandari (32).
“Selasa pagi kemarin sekira pukul 09.00, tersangka ini awalnya mendatangi gerai BRI link milik korban dengan maksud hendak mentransfer uang 7 juta rupiah,” jelasnya.
Menurut korban, awalnya telah menaruh curiga terhadap tersangka sejak awal, karena tidak memperlihatkan dan menyerahkan uang cash di muka. “Akan tetapi karena pelaku menyuruh untuk buru-buru mentransfer sambil memberikan uang jasa transfer dan mengaku warga sekitar, maka dirinya langsung mentransfer uang itu,” tambah dia.
Setelah proses transfer selesai, Hasbulloh melanjutkan, pelaku meminta struk bukti transfer sambil berpura-pura mengambil uang dari dalam tas di bawanya. Namun setelah struk bukti transfer diberikan, pelaku berusaha kabur dengan menggunakan sepeda motornya.
Sadar menjadi korban penipuan, korban mengejar pelaku dan memegangi bagian belakang motor pelaku hingga korban terseret. Mengetahui aksinya mendapat perlawanan, pelaku langsung berusaha melepaskan pegangan korban dengan menginjak-injak kaki dan badan korban.
“Apes korban terus menghalaunya hingga berdatangan warga sekitar. Pelaku lantas melarikan diri meninggalkan sepeda motornya. Akibat kejadian ini, korban mengalami luka lecet dan memar di sejumlah bagian tubuh, hingga uang 7 juta juga raib,” ungkap kapolsek.
Dalam waktu kurang dari setengah jam, tersangka penipuan dan penganiayaan itu berhasil diamankan polisi dan warga saat bersembunyi di dalam rumah warga berlokasi tidak jauh dari lokasi kejadian.
Berdasarkan hasil penyelidikan, Hasbulloh menyebut, tersangka nekat melakukan aksi penipuan ini karena kecanduan judi online. Uang hasil menipu tersebut disetorkan ke salah satu rekening sebagai deposit, untuk bermain judi online jenis slot
“Keterangan pelaku sudah setahun ini dirinya terbiasa bermain judi online jenis slot dan selalu kalah, hingga membuat harta bendanya seperti mobil habis terjual,” imbuhnya.
Dikarenakan masih menaruh harapan bisa menang, FS nekat mencari modal berjudi dengan cara menipu dan tidak hanya di Pagelaran, sebelumnya pria ini juga sudah pernah melancarkan aksi serupa di wilayah Kecamatan Pugung, Tanggamus. “Dalam aksinya terdahulunya, dia sukses menipu korban sebesar 5 juta rupiah,” sambung Hasbulloh.
Bersamaan dengan tersangka, polisi turut mengamankan barang bukti kejahatan berupa 1 helm merek NHK hitam, 1 tas ransel hitam merk President, 1 sepeda motor Honda Supra X 125 hitam nopol BE 4844 VW, dan struk bukti transfer senilai Rp7 juta ke rekening atas nama Dila.
Tersangka dan barang bukti kini diamankan di Mapolsek Pagelaran. Ia dijerat pasal berlapis yakni, Pasal 378 KUHP tentang Penipuan dan Pasal 351 KUHP tentang Penganiayaan, dengan ancaman hukuman pidana 4 tahun penjara.
“Kami mengimbau masyarakat, khusunya pemilik BRI Link untuk lebih berhati hati dan mewaspadai dalam melayani konsumen. Pegawai BRI Link untuk tidak melayani konsumen tidak menyerahkan uang cash akan ditransfer, kami minta untuk lebih waspada agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi,” tandas kapolsek.













source


Posted

in

by

Tags:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *