Penyusupan Judi Daring Kerap Terjadi di Laman Lembaga Pendidikan – kompas.id

Ancaman peretasan dan penyusupan laman judi daring masih menimpa laman layanan yang dikelola lembaga pendidikan. Pengecekan sistem perlu dilakukan berkala untuk menjaga dan meningkatkan keamanan siber.
Contoh tangkapan layar laman lembaga pendidikan tinggi yang telah diretas dan disusup laman judi daring.
JAKARTA, KOMPAS — Ancaman peretasan masih kerap menimpa laman milik lembaga pendidikan. Judi daring juga relatif masih sering menyusup ke laman kampus dan sekolah. Pengecekan pada level sistem operasi, aplikasi, dan server laman perlu dilakukan berkala untuk menjaga keamanan siber.
Chairman Communication & Information System Security Research Center Pratama Persadha di Jakarta, Kamis (22/12/2022) mengatakan, kasus peretasan terbaru menimpa laman yang beralamatkan di https://findit.ft.ugm.ac.id/ . Hanya ada pemberitahuan di halaman laman yang bertuliskan “This site is no longer available.”
Dia menduga, kasus itu termasuk jenis deface website. Deface website biasanya merupakan ulah peretas yang masuk ke sebuah laman dan mengubah tampilannya. Perubahan itu bisa meliputi semua halaman atau di bagian tertentu saja. Dari deface, lanjut dia, peretas bisa saja masuk lebih dalam dan melakukan berbagai aksi, misalnya mencuri data, mengubah, dan memanipulasi data atau isi laman.
Di laman yang beralamatkan di https://findit.ft.ugm.ac.id/ , Pratama sempat menemukan pelaku yang meninggalkan pesan dan mengatasnamakan “BANGSIN”. Hal ini dia duga sebagai salah satu bentuk hacktivist , sambil mencari reputasi di komunitasnya, masyarakat, dan perkenalan tim peretas.
“Laman yang dikelola oleh lembaga pendidikan tidak bisa lepas dari ancaman peretasan dan penyisipan konten judi daring. Beberapa waktu lalu bahkan terungkap banyak situs judi daring yang menyusup ke berbagai situs kampus dan sekolah,” ujar Pratama.
Baca juga : Ancaman Peretasan Belum Berakhir
Dia lantas mencontohkan 26 laman layanan pendidikan yang sampai sekarang masih diretas dan disusupi judi daring.
Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) telah berusaha menutup laman judi daring, tetapi belum semua. Situasi ini dia anggap mampu mendorong pelaku bisnis judi daring untuk melakukan langkah “mitigasi” agar mereka tetap bisa beroperasi. Hal yang dilakukan adalah memindahkan atau membuat laman tandingan (mirroring) di laman milik lembaga pendidikan dan instansi pemerintah. Jadi, ketika laman utama ditutup oleh Kemkominfo, para pemilik judi daring tetap bisa memberikan informasi melalui laman tandingan.
Pengecekan berkala
Menyusup ke laman yang dikelola lembaga pendidikan, khususnya, dinilai lebih aman. Apalagi, menurut Pratama, terdapat sejumlah lembaga pendidikan, seperti kampus, relatif kurang disiplin melakukan pengecekan keamanan siber.
“Pelaku kejahatan siber biasanya menyerang secara sporadis. Laman yang jarang dilakukan pengecekan keamanan berkala memiliki risiko lebih rentan. Gagasan membentuk CSIRT (Computer Security Insident Respond Team) semestinya bisa lebih didorong,” kata dia.
Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nizam, mengatakan, setiap lembaga pendidikan tinggi pengelola laman harus memelihara sistem. Mereka juga perlu disiplin meningkatkan keamanan dari sistem teknologi informasi milik mereka.
Tangkapan layar laman yang dikelola lembaga pendidikan tinggi, tetapi diretas dan disusup situs judi daring.
“Saat ini, melalui program Kampus Merdeka, kami melatih ribuan mahasiswa mengenai berbagai informasi dan keterampilan teknologi informasi. Materi mengenai keamanan siber turut disertakan. Kami meyakini hal seperti itu sedang dibutuhkan oleh dunia kerja,” kata dia.
Ketua Umum Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia Budi Djatmiko mengatakan, peretasan yang menimpa laman kampus atau layanan pendidikan berbasis elektronik pernah terjadi tahun 2018. Pada saat itu, berbagai kampus mengalami.
Berdasarkan informasi yang dia terima pada saat itu, ada sejumlah oknum yang nakal sengaja mengacaukan laman kampus dengan memasukkan konten yang tidak senonoh. Jika kini muncul fenomena peretasan disertai memasukkan konten judi daring ke laman atau layanan pendidikan daring milik kampus, Budi menduga hal itu bertujuan menarget mahasiswa. Mahasiswa bisa mengetahui dan ikut menawarkan kepada mahasiswa lain.
Baca juga : Menanti Mewujudnya Legislasi Perlindungan Data Pribadi

source


Posted

in

by

Tags:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *