9 Tanda Orang yang Selalu Playing Victim – IDN Times

Regional
Kategori
Event
DOWNLOAD IDN APP SEKARANG!
Playing victim merupakan keadaan saat seseorang melemparkan kesalahan ke orang lain, padahal kesalahan tersebut adalah perbuatannya sendiri. Kamu perlu tahu ciri-ciri orang yang selalu playing victim. Melarikan diri dari tanggung jawabnya sebagai orang yang bersalah, lalu menyalahkan orang lain dan memutar balikkan keadaan menjadi korban. Orang-orang seperti ini juga kerap meyakini bahwa orang lain yang bersalah atas keadaan yang ia alami. 
Perilaku ini sudah termasuk dalam kelompok toxic, apalagi jika trik ini digunakan untuk memanipulasi orang lain. Orang manipulatif juga menggunakan sikap ini untuk mendapatkan simpati dan belas kasihan dari orang lain.
Nah, bagaimana sih ciri-ciri orang yang selalu playing victim? Kenali beberapa cirinya agar kamu bisa mengetahui dengan pasti tindakan-tindakan mereka. Langsung saja simak artikel di bawah ini!
Asertif merupakan salah satu teknik berkomunikasi di mana seseorang dengan kepercayaan diri menyampaikan pesan tanpa menjadi agresif untuk mempertahankan sudut pandang yang ia miliki. Korban tidak benar-benar percaya bahwa mereka dapat mengendalikan hidup mereka. Sehingga, mereka berjuang untuk menyatakan apa yang mereka butuhkan, inginkan, atau pantas mereka dapatkan.
Kehidupan korban biasanya akan melibatkan pola kepatuhan dan kepasifan yang berulang. Pola ini merugikan harga diri dan perkembangan pribadi. Korban umumnya gagal untuk memecahkan pola ini dan menderita gangguan kecemasan atau depresi potensial.
Belajar menjadi asertif bukanlah jalan yang cepat untuk menyuarakan isi hati dan pikiran para pelaku manipulatif. Menjadi asertif juga akan memakan waktu, latihan, belajar, gagal, dan mencoba berulang-ulang. 
Ketika berperan sebagai korban, seseorang akan menolak untuk bertanggung jawab atas keadaan yang dialaminya. Sebaliknya, mereka mengarahkan bentuk pertanggung jawaban kepada orang lain untuk membuat orang lain merasa bersalah.
Terkadang jika kamu menjadi salah satu tempat cuhat orang seperti ini, kamu juga perlu menganalisa setiap cerita yang ia sampaikan. Pastikan bahwa yang ia ceritakan benar-benar sesuai persis dengan yang terjadi, karena kadang kamu juga bisa ikut terseret jika mendapatkan informasi yang salah dari pelaku manipulatif. Ingatlah mereka hanya mencari simpatisan untuk berdiri bersamanya.
Orang manipulatif suka menyimpan keluhan lama dan membuat orang lain merasa tidak enak dengan tindakannya. Mereka manjadikan ini sebagai ini senjata, untuk berjaga-jaga jika ada orang yang mencoba meminta pertanggungjawaban mereka atas sesuatu.
Seorang korban akan memunculkan kenangan dan peristiwa lama di mana mereka mungkin terluka, tetapi mereka menggunakannya sebagai alasan mengapa mereka tidak dapat mengubah sikap, hidup, atau keadaan mereka saat ini. Perlu sikap untuk memaafkan masa lalu agar orang-orang seperti ini tidak lagi menjadikan dendam lamanya sebagai hal yang patut untuk dibahas dan dijadikan senjata ketika ia sedang merasa terancam.
Baca Juga: 5 Cara Hadapi Pacar Playing Victim, Coba Ajak Bicara Serius
Lahirnya sikap manipulatif berasal dari orang yang tidak merasa puas dan tidak bahagia dengan hidupnya. Apalagi orang-orang manipulatif cenderung pasrah dengan apa yang mereka alami tanpa melakukan perubahan dalam hidup.
Menyesali segala hal dan mencari-cari alasan mengapa mereka bisa memiliki banyak masalah hidup karena mereka juga terjebak dengan masa lalu. Menyalahkan tempat lain, dan membuat alasan untuk tidak berubah. Jadi, sekali lagi, belas kasihan adalah hal yang paling mereka inginkan dari orang lain agar selalu berpihak padanya.
Masalah ini bukan hanya masalah tidak mempercayai orang lain. Ini adalah masalah di mana mereka yang tidak percaya bahwa mereka sendiri dapat dipercaya.
Orang manipulatif membuat asumsi bahwa orang lain persis seperti mereka, yaitu tidak dapat dipercaya. Untuk membantu masalah ini, mereka harus mengubah pola pikir bahwa ada orang yang dapat dipercaya di dunia ini dan menginginkan yang terbaik untuk dirinya.
Bisa menjadi sangat melelahkan jika berada disekitar orang manipulatif yang haus belas kasih. Mereka cenderung mencari orang-orang yang mau berada sepihak dengannya dan ikut merasakan apa yang ia rasakan. Mereka juga cenderung bergantung dengan orang lain karena senjata mereka adalah ingin mendapatkan belas kasihan. 
Jika kamu merasa sudah mendukung mereka dan memberi mereka saran atau masukan yang berarti namun tidak ada perubahan yang terjadi pada mereka, ini bisa menjadi sangat melelahkan ketika seseorang terus-menerus dalam keadaan negatif dan haus akan belas kasih.
Kepercayaan diri atau harga diri yang rendah dapat mengikuti orang yang berpikiran seperti ini. Mereka terus-menerus membandingkan diri mereka dengan orang lain dan merasa rendah diri tanpa ada cara untuk mengubah diri mereka sendiri.
Yang benar adalah bahwa kita semua kurang dalam beberapa hal dibandingkan dengan orang lain, sehingga akan selalu mudah untuk terjebak dalam perilaku atau pemikiran ini.
Mereka seperti penarik drama ke mana pun mereka pergi. Pada dasarnya, mereka tidak peduli dengan apa yang sedang dialami orang lain. Mereka akan mudah memperbesar masalah yang awalnya tampak kecil.
Mereka mungkin bertengkar dengan orang lain karena hal-hal yang tampaknya kecil sepanjang waktu. Kemudian, mereka menyalahkan orang lain atas drama yang ia juga perbuat di dalamnya. 
Korban memiliki kebiasaan mengasihani diri sendiri. Mereka bersikap seperti anak yang tidak berdaya yang tidak bisa menjaga dirinya sendiri. Karena orang lain biasanya tidak menunjukkan simpati atau empati kepada mereka, mereka mencoba memberikannya kepada diri mereka sendiri, hanya untuk berpotensi terlihat tidak dewasa kepada orang lain. Pemikiran seperti ini semakin menjebak mereka tanpa ada jalan keluar.
Korban perlu menyadari bahwa semua orang mengalami hari-hari yang sulit dan mengalami peristiwa buruk. Bahkan orang yang paling beruntung pun mengalami kejadian yang tidak menyenangkan. Belajar untuk menghindari pemikiran bahwa mereka adalah satu-satunya orang di dunia yang mengalami keadaan yang menyedihkan, sulit, atau tidak adil.
Baca Juga: 6 Tipe Orang Toxic yang Wajib Kamu Hindari, Hati-hati Playing Victim!
expecto patronum
IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.


















source


Posted

in

by

Tags:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *