Pria Tewas Dikeroyok Tinggalkan Anak Balita-Selebgram Menipu demi Judi Slot – detikBali

Sederet peristiwa kriminal di Bali dan Nusa Tenggara (Nusra) selama sepekan terakhir banyak dibaca pembaca detikBali. Salah satunya, pengeroyokan di Jalan Raya Sempidi-Dalung, Kabupaten Badung yang menewaskan pria bernama Adhi Putra Krismawan (23).
Mirisnya, pria asal Kabupaten Buleleng itu meninggalkan anak semata wayang yang masih berusia 3,5 tahun.
Kemudian, ada keributan turis asing di objek wisata Tirta Empul, Tampaksiring, Gianyar. Dalam rekaman video yang viral di media sosial (medsos) tampak dua bule nyaris baku hantam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berikutnya, ada kasus pencurian iPhone di sebuah hotel di Kuta, Badung. Seorang perempuan nekat mencuri ponsel pintar seharga belasan juta rupiah milik temannya.
Selanjutnya, kasus yang menarik perhatian adalah penangkapan seorang selebgram perempuan asal Lombok yang melakukan penipuan hingga ratusan juta rupiah. Modusnya adalah membuat arisan fiktif. Dia nekat menipu karena membutuhkan uang untuk bermain judi slot. Berikut rangkumannya.
Kematian Adhi Putra Krismawan, korban pengeroyokan di Kelurahan Sempidi, Kecamatan Mengwi, Badung, Bali, menyisakan duka mendalam bagi keluarganya. Terlebih, dia meninggalkan anak semata wayang yang masih balita.
Adhi ditemukan tewas bersimbah darah penuh luka tusuk, di Jalan Raya Sempidi-Dalung, Selasa dini hari (16/1/2024). Dia dikeroyok oleh 12 pemuda hingga tewas.
Pria asal Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan/Kabupaten Buleleng, Bali itu dikenal sebagai sosok pendiam.
Keluarganya mengungkapkan Adi merantau dari Buleleng ke Denpasar untuk membiayai kebutuhan anaknya. Ibu korban, Putu Suartini (54), sangat terpukul mendengar kabar kematian anak keempatnya itu.
Tangis Suartini tak terbendung saat menceritakan sosok sang anak. Adhi merupakan sosok yang pendiam di mata Suartini. Menurut Suartini, anaknya tidak pernah ada masalah dengan orang lain.
“Pendiam anak saya. Tidak suka ribut. Teman-temannya baik. Mungkin yang mengeroyoka tersinggung saat anak saya lewat. Tidak pernah ada masalah,” ujar Suartini.
“Sedih saya rasanya lihat anak saya diperlakukan seperti itu,” imbuhnya.
Suartini mengatakan anaknya itu telah memiliki seorang putra yang masih berusia 3,5 tahun. Namun, Adhi telah bercerai dengan istrinya.
Suartini mengatakan anaknya baru saja diterima kerja di salah satu restoran di Nusa Dua, Badung. Selama ini, Adhi tinggal bersama adiknya di sebuah kos-kosan di wilayah Dalung, Kabupaten Badung.
“Hari ini sebenarnya (hari pertama) kerja. Dia cerita diterima kerja. Baru berangkat (dari rumah) habis Natalan,” jelasnya.
Menurut Suartini, Adhi bekerja di Badung agar bisa menyekolahkan anak semata wayangnya. Pria berusia 23 tahun itu sangat ingin agar sang anak bisa merasakan bangku sekolah.
“Anak saya ingin sekali nyekolahin anaknya. Dia cari kerja untuk sekolahin anaknya,” jelasnya.
Suartini mengaku berkomunikasi dengan Adhi setiap hari. Terakhir kali, dia menanyakan kabar ibu, ayah, kakak, dan anaknya.
“Kemarin tumben dia nanya kabar ke saya dan bapak. Nanya kabar anaknya. Kata anaknya dia ingin sekolah. Baru anak saya menyampaikan ke anaknya kalau papa mau kerja buat adik (anak korban) biar bisa sekolah,” tutur Suartini.
“Biasanya selalu WhatsApp-an tiap hari. Tapi kemarin tumben tidak ada,” jelasnya.
Sementara itu, kakak ipar Adhi, Komang Sutana, mengungkapkan terakhir kali bertemu dan berkumpul bersama seluruh keluarganya saat perayaan Natal tahun lalu. Adik iparnya itu kemudian kembali ke Denpasar pada 27 Desember 2024.
“Natalan pulang. Kemudian tanggal 27 Desember kembali ke Denpasar,” jelasnya.
Sutana mengatakan sebelum merantau dan bekerja di salah satu restoran, Adhi bekerja serabutan. Seperti bisnis jual beli motor, menjadi joki game online, hingga buruh petik mangga.
Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Badung sudah mengantongi ciri-ciri pelaku.
“Ya, sudah mulai ada petunjuk. Ciri-ciri pelaku dan dugaan sementara kronologi kejadian,” ungkap Kepala Seksi Hubungan Masyarakat (Kasi Humas) Polres Badung, Kamis (18/1/2024).
Meski demikian, polisi belum dapat memastikan gerombolan pemuda yang mengeroyok Adhi Putra Krismawan (23) hingga tewas adalah komplotan geng motor atau bukan. Yang jelas, polisi terus mendalami sejumlah petunjuk.
“Terkait petunjuk ciri-ciri pelaku itu, kami sudah telusuri beberapa CCTV di sekitar lokasi kejadian. Sudah mulai ada petunjuk,” sambung Sudana.
Ulah warga negara asing (WNA) di Bali kembali menjadi sorotan. Kali ini, dua turis pria bersitegang dan nyaris duel saat sedang melukat di Pura Tirta Empul, Tampaksiring, Gianyar, Bali. Keributan kedua turis asing itu tertangkap kamera dan viral di media sosial.
Video keributan kedua WNA di Pura Tirta Empul itu diunggah pertama kali oleh akun TikTok @ugcbyvyvy pada Selasa sore (16/1/2024). Pemilik akun tersebut menyayangkan cekcok tersebut terjadi di tempat suci.
“BRINGING AWARENESS: please if you enter the pura tirta empul respect the rules of the place and their religion. This is a sacred place and if you can not simply respect the people, please do not attend this place. He was very aggressive,” tulis pemilik akun TikTok itu.
Berdasarkan video yang beredar, tampak dua pria mengenakan kain biru cekcok saat sedang melukat di kolam pemandian Pura Tirta Empul. Melukat adalah prosesi pembersihan menurut tradisi Hindu Bali dengan membasuh diri di sumber mata air yang disucikan.
Terlihat WNA berambut cepak mendorong-dorong turis berkepala botak. Keributan itu diduga terjadi karena salah satu dari mereka tidak terima saat saling salip giliran melukat. Beruntung, ada wisatawan lain yang menengahi sehingga keributan itu tidak berlanjut. Namun, turis botak itu tampak terus melontarkan kata-kata seperti tidak terima.
detikBali sempat mengonfirmasi pemilik akun TikTok @ugcbyvyvy yang mengunggah peristiwa di Pura Tirta Empul tersebut. Menurutnya, banyak umat Hindu di lokasi yang menunggu giliran untuk melukat di kolam yang disucikan itu.
“Insiden kemarin, saat itu banyak orang melakukan ritual baik orang lokal Bali, tiba-tiba mereka ribut saling pukul,” kata pemilik akun tersebut, Rabu (18/1/2024).
“Itu perbuatan tidak terpuji di area suci,” imbuh wisatawan yang mengaku menginap di kawasan Ubud itu.
Kapolsek Tampaksiring AKP I Putu Agus Ady Wijaya membenarkan keributan antara wisatawan asing di Pura Tirta Empul. Namun, kasus tersebut tidak diproses karena kedua belah pihak sudah berdamai. “Kejadiannya kemarin itu. Sudah diserahkan ke pihak pengempon (pengurus pura), sudah damai,” kata Agus.
Agus mengaku telah berkomunikasi dengan prajuru (pengurus) desa adat setempat terkait kejadian tersebut. Menurutnya, situasi di lokasi kembali kondusif dan aktivitas warga maupun wisatawan yang melukat kembali normal.
Untuk diketahui, Tirta Empul merupakan salah satu lokasi melukat yang populer di Bali. Tak sedikit wisatawan mancanegara, pesohor, artis, hingga selebgram yang datang ke tempat itu untuk merasakan prosesi melukat.
Seorang perempuan asal Lampung bernama Rosi Septianti alias Nabila nekat mencuri handphone (HP) merek iPhone 15. Pencurian dilakukan di salah satu kamar The Pavilion Hotel Kuta, Jalan Kuta Theater Nomor 8, Kelurahan/Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung, Bali.
iPhone 15 yang dicuri oleh Nabila adalah milik temannya bernama Silfanamaya. Nabila mencuri iPhone 15 itu saat menumpang menginap di kamar The Pavilion Hotel Kuta yang disewa oleh Silfanamaya.
“Pelaku mengaku telah melakukan pencurian HP tersebut. Rencananya HP tersebut akan dijual dan hasil penjualannya digunakan untuk keperluan sehari-hari,” kata Kepala Seksi Hubungan Masyarakat (Kasi Humas) Polresta Denpasar AKP I Ketut Sukadi, Rabu (17/1/2024).
Pelaku dan korban sama-sama berasal dari Lampung. Nabila berasal dari Desa Sumberejo, Kecamatan Waway Karya, Kabupaten Lampung Timur, dan Silfanamaya asal Desa Sumbersari, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Lampung.
Peristiwa bermula ketika Nabila dan temannya, Koming Nusa, datang ke kamar Silfanamaya di lantai dua The Pavilion Hotel Kuta pada Minggu (7/1/2024) sekitar pukul 18.00 Wita. Mereka datang bermaksud untuk menginap di kamar hotel Silfanamaya.
Nabila dan Koming Nusa kemudian mengobrol dengan Silfanamaya hingga korban ketiduran sambil memegang HP. Silfanamaya kemudian terbangun sekitar pukul 21.00 Wita. HP milik Silfanamaya saat itu sudah hilang dan kedua temannya sudah tidak ada.
Silfanamaya juga kehilangan uang Rp 500 ribu akibat kejadian tersebut. Total kerugian yang dialami olehnya mencapai Rp 31,5 juta. Silfanamaya kemudian melapor ke Polsek Kuta.
Unit Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek Kuta kemudian melakukan penyelidikan di tempat kejadian perkara dengan mengecek closed-circuit television (CCTV) dan sejumlah saksi. Polisi kemudian mendapatkan informasi bahwa Nabila tinggal indekos di Jalan Raya Pemogan, Kota Denpasar.
Nabila dan barang bukti akhirnya dapat diamankan dan dibawa ke Polsek Kuta guna menjalani proses hukum.
Polresta Mataram mengungkap motif selebgram bernama Bethari Erna Yanti membuat kelompok arisan online fiktif. Selebgram berusia 23 tahun asal Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), itu menipu puluhan korban mencapai Rp 450 juta untuk bermain judi slot.
“Pelaku ini memang selebgram kata beberapa saksi. Jadi uang yang didapat dari hasil arisan fiktif itu digunakan untuk main judi slot,” ujar Kasatreskrim Polresta Mataram Kompol I Made Yogi Putusan Utama kepada detikBali, Senin (15/1/2024).
Menurut Yogi, Bethari membuat grup arisan fiktif menggunakan beberapa handphone. Bethari lantas membuat beberapa akun WhatsApp (WA) untuk meyakinkan para korban. Para peserta arisan fiktif itu bahkan telah menyetorkan sejumlah uang kepada Bethari.
“Ada beberapa nama fiktif yang dibuat oleh pelaku. Ada nilai yang disetorkan Rp 20 juta. Jumlah korbannya ada 17 orang yang menyetor secara bergiliran,” imbuh Yogi.
Yogi menuturkan baru tiga korban yang melapor ke Polresta Mataram. Polisi telah mengumpulkan barang bukti kerugian ketiga korban itu senilai Rp 92 juta. “Para korban berasal dari berbagai daerah di NTB,” kata Yogi.
Saat diperiksa penyidik pelaku Bethari mengaku telah menjalani arisan online fiktif tersebut selama tiga bulan. Ia terpaksa menipu para korban lantaran masalah ekonomi setelah berpisah dengan suaminya.
“Metode penyetoran pertama Rp 2 juta, kedua Rp 1,9 juta, dan ketiga Rp 1,8 juta. Jadi saat bulan keempat ditutup,” kata Bethari.
Namun, Bethari membantah telah menipu para korban. Ia beralasan uang senilai Rp 92 juta itu digunakan untuk mengganti pencairan pada grup arisan lainnya.
“Jadi uang itu saya pakai ganti uang uang anggota Get Arisan yang lain karena banyak yang kabur. Tidak dipakai untuk apa-apa,” imbuhnya.
Bethari telah ditetapkan sebagai tersangka kasus penggelapan dan ditahan sejak Kamis (11/1/2024). Ia dijerat Pasal 378 KUHP atau Pasal 372 KUHP. Polisi mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk percakapan di grup WA arisan fiktif tersebut.
Polresta Mataram juga menangkap MIR, mantan suami Bethari karena dipastikan terlibat dalam tindak pidana penipuan itu. Yogi membeberkan MIR ditangkap pada Jumat (19/1/2024) pukul 19.00 Wita berdasarkan hasil pengembangan kasus arisan fiktif mantan istrinya.
Dalam kasus itu, MIR berperan membantu Bethari. “Jadi berdasarkan keterangan tersebut suami tersangka BEY (Bethari) kami amankan pula,” jelas Yogi.

source


Posted

in

by

Tags:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *