'Dia Tega!' Murka Arzum, Awan Tak Pernah Nafkahi Anak, Kini Malah Jual Rumah untuk Judi Slot: Cerai! – TribunTrends.com

TRIBUNTRENDS.COM – Arzum Balli, bule Austria yang viral menikah dengan petugas PPSU Pondok Labu berakhir cerai.
Lewat akun Instagramnya, Arzum Balli meluapkan kemarahannya untuk sang suami Bambang Irawan atau yang akrab disapa Awan.
Arzum Balli murka, lantaran selama ini Awan ternyata kecanduan judi slot.
Baca juga: Profesi Arzum Balli, Bule Austria Banting Tulang Hidupi Anak, Suami Tak Beri Nafkah Malah Main Judi
Bahkan parahnya Awan sampai menjual rumahnya dengan Arzum demi main judi.
Awalnya, mereka ingin membangun rumah di dekat rumah orang tua Awan dengan modal awal Rp 50 juta.
Uang tersebut berasal dari uang pribadi Arzum Rp 35 juta dan Awan sebesar Rp 20 juta.
Ternyata pembangunan rumah itu berhenti di tengah jalan lantaran terkendala biaya.
Hingga kini, rumah itu pun baru setengah jadi.
Akhirnya, setelah lama terkatung-katung, adik Awan berniat untuk membeli rumah tersebut dengan harga Rp 30 juta.
Sakit hati ditipu
Namun, Awan tergoda oleh bujukan setan menggunakan uang Rp 30 juta itu untuk bermain judi slot online.
Awan pun melakukan perbuatan setan itu tanpa sepengetahuan Arzum.
“Dia tega-teganya abisin uang hasil kerja kerasnya Arzum yang sebenarnya buat bangun rumah itu untuk berjudi slot online,” curhat Arzum di media sosial Instagram-nya.
Bahkan, perbuatan bermain judi itu sudah menjadi kebiasaan Awan.
Baca juga: Potret Rumah Arzum & Awan, Sang Bule Beri Rp30 Juta, Kini Renovasi Mandek: Duit Ludes, Ga Dilanjut
Sampai sekarang, kata Arzum, Awan masih nekat berjudi bahkan gaji bulanannya sebagai petugas PPSU Pondok Labu habis digunakan untuk berjudi.
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
ip-172-31-26-87

source


Posted

in

by

Tags:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *