Cuan Enteng Menggiurkan di Balik Endorse Judi Online – detikcom

Judi ternyata sudah menjadi lingkaran setan bagi para sejumlah orang di media sosial. Beberapa pesohor yang kini dikenal sebagai konten kreator hingga selebgram, banyak yang tergiur mempromosikan perjudian hingga membuat mereka kini harus mendekam di penjara.
Terkini, seorang mahasiswi berinisial S (18) terpaksa harus merasakan dinginnya jeruji besi. Warga Warnasari, Kabupaten Sukabumi itu diciduk polisi usai kedapatan mempromosikan judi online via live streaming channel YouTube-nya yang bernama ‘Koko Slot Gacor’.
Modusnya, S saat live streaming menggunakan topeng berwarna hitam dan berpakaian terbuka. Di channel YouTube-nya, dia kemudian mempromosikan situs judi online dengan dibantu tersangka lain berinisial FU.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
S sendiri mendapat perintah dari seorang WNI yang tinggal di Thailand. Selama 3 jam live streaming, mahasiswi tersebut bisa mendapat bayaran Rp 500 ribu untuk uang haram tersebut. S pun mengaku baru menjalankan aksinya itu selama 2 pekan terakhir.
“Dia hanya diperintah oleh seseorang yang menurut keterangan ini yang menyuruhnya ada di luar wilayah Indonesia (Thailand) chatting-an via medsos dan mereka juga belum pernah ketemu dengan orang yang menyuruh ini. Sekali kegiatan itu tiga jam yang mana mereka dikasih Rp500 ribu,” kata Kasat Reskrim Polres Sukabumi Kota AKP Yanto Sudiarto, Rabu (30/8/2023).
Keduanya diamankan pada Jumat (25/8/2023) lalu sekitar pukul 19.30 WIB di Perumahan Cibeureum, Kota Sukabumi. Mereka pun diancam Pasal 7 ayat 2 Jo Pasal 45 ayat 2 UU Nomor 19 tahun 2016 tentang ITE dengan ancaman hukuman penjara 6 tahun.
Sama halnya dengan S, Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jawa Barat juga menangkap 6 perempuan muda gegara mempromosikan perjudian di media sosialnya. Mereka adalah ASN, ISN, TN, PWN, ZAP dan DPY.
ASN ditangkap di sebuah kafe di Jl Braga, Kota Bandung pada 20 Agustus 2023. Kemudian ISN diciduk pada 21 Agustus di sebuah bar di Jl Gudang Selatan. Sementara TN, PWN dan ZAP diamankan di sebuah parkiran pusat perbelanjaan di Kota Bandung, dan DPY ditangkap di kontrakannya di Banjaran, Kabupaten Bandung.
Dalam menjalankan aksinya, keenam perempuan tersebut memiliki sosial media dengan jumlah pengikut mencapai 15 ribu hingga 150 ribu orang. Jumlah followers itu lah yang membuat admin situs judi online tertarik menawarkan endorse kepada mereka.
“Mereka di-endorse dan ditawarkan dengan nilai Rp 200 ribu untuk masing-masing. Mereka sudah menerima endorse tersebut berlangsung dua bulan. Mereka baru mendapatkan Rp 1 juta sampai Rp 2,5 juta,” kata Kabid Humas Polda Jabar Kombes Ibrahim Tompo.
Menurut Ibrahim, keenam perempuan yang ditangkap usai terlibat promosi perjudian ini rata-rata masih berusia belia. Mereka ada yang masih berusia 18 tahun dan paling tua berusia 26 tahun.
“Tersangka masih muda dan tidak mengetahui melanggar hukum, tergiur iming-iming di-endorse dapat uang Rp 200 ribu satu kali endorse. Ini berdampak pada proses hukum,” kata dia.
Akibat perbuatannya, keenam perempuan itu pun terancam dijerat Pasal 27 ayat 2 UU Nomor 19 tahun 2016 tentang ITE. Ancaman hukuman maksimal 6 tahun kurungan penjara.
Jauh sebelum 2 kasus itu terjadi, polisi juga meringkus sejumlah selebgram dan konten kreator di Bandung yang mempromosikan konten perjudian. Tiga selebgram saat itu ‘dikandangkan’ mulai dari Ferdian Paleka, model seksi bernama Solivina Nadzila (26) dan YouTouber Emak Gila.
Ferdian Paleka yang memiliki nama asli Ferdiansyah menjadi selebgram pertama yang diciduk polisi gegara judi online. Dia ditangkap tim dari Polda Jabar di wilayah Sukasari, Kota Bandung pada 23 Mei 2023 lalu.
Hasil dari promosi perjudian yang didapat Paleka pun begitu menggiurkan. Ia tercatat bisa menerima cuan hingga Rp 600 juta dari 2 situs judi yang dipromosikannya.
Setelah Paleka, ada model seksi bernama Solivina Nadzila (26) yang ditangkap karena promosi judi online. Dua admin dari situs judi online yakni GR (34) dan MAG (23) juga ditangkap jajaran Polresta Bandung.
Dengan menggunakan pakaian seksi, Nadzila mempromosikan judi online dan meraup keuntungan Rp 4,5 juta per bulan. Sementara kedua admin mendapat keuntungan Rp 400 ribu per hari.
Terakhir, seorang konten kreator dengan akun YouTube Emak Gila juga ditangkap karena promosi perjudian. YouTuber yang memiliki jutaan subscribers itu diamankan di daerah Sukasari, Kota Bandung pada 31 Juli 2023.
Dari hasil penyelidikan, dia kedapatan mempromosikan situs judi online di 2 channel YouTube, yaitu Emak002 dan Kehidupan Emak. Selama menerima endorse, Emak Gila telah meraup keuntungan sebesar Rp 395 juta.
Ketiga selebgram yang mempromosikan judi online itu harus mendekam di balik jeruji besi. Ketiganya dijerat Pasal 45 ayat 2 Jo Pasal 27 ayat 2 UU Nomor 19 tahun 2016 tentang ITE, dengan ancaman hukuman selama 6 tahun kurungan penjara.

source


Posted

in

by

Tags:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *