Pan Brothers Dicecar Bursa Soal Gagal Bayar dan Likuiditas – CNBC Indonesia

Jakarta, CNBC Indonesia – Bursa Efek Indonesia (BEI) meminta penjelasan kepada emiten tekstil PT Pan Brothers Tbk (PBRX) setelah mengalami gagal bayar, tekanan likuiditas, hingga penurunan peringkat Fitch Rating.
Diketahui, lembaga pemeringkat Fitch Ratings menurunkan peringkat PBRX setelah gagal membayar amortisasi sebesar US$ 5 juta atau sekitar Rp75 miliar atas pinjaman sindikasi sebesar US$ 124 juta, yang jatuh tempo pada 27 September 2023.

ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT

BEI pun mempertanyakan penyebab gagal bayar amortisasi ini, mengingat posisi kas Perseroan berdasarkan LK per 30 Juni 2023 adalah sekitar USD28,94 juta.
Direktur PBRX Fitri Ratnasari Hartono mengatakan Fitch menurunkan rating karena belum adanya perjanjian tertulis untuk perpanjangan atau pembiayaan kembali atas fasilitas sindikasi yang akan jatuh tempo dalam waktu 1 kwartal yaitu 31 Desember 2023 dan juga belum dilakukannya angsuran periode September 2023.
“Hal ini merupakan bagian dari proses dalam rangka perpanjangan atau pembiayaan kembali atas fasilitas sindikasi yang akan jatuh tempo di Desember 2023,” ungkap Fitri dikutip dari Keterbukaan Informasi, Selasa, (24/10/2023).
Mengingat masa tenggang yang diberikan Fitch sebanyak 30 hari, bursa pun mempertanyakan bagaimana kesiapan dana Perseroan untuk melakukan pelunasan sebelum berakhirnya masa tenggang. Bursa juga meminta penjelasan atas konsekuensi lanjutan jika PBRX tidak melakukan pelunasan hingga berakhirnya masa tenggang.
Fitri pun menjawab, proses perpanjangan fasilitas sindikasi, beserta angsuran akan terus diupayakan pada bulan ini atau Oktober 2023.
“Perseroan telah menyampaikan informasi kepada para lenders terkait dengan segera diperlukannya komitmen perpanjangan/pembiayaan kembali fasilitas sindikasi selambatnya di bulan September lalu. Diharapkan pada bulan Oktober in seluruh lenders dapat memberikan komitmen,” tuturnya.
Soal likuiditas, Fitri mengaku Pan Brothers masih sangat terbatas modal kerjanya dikarenakan belum tersedianya tambahan fasilitas modal kerja untuk keperluan pembelian bahan baku sejak tahun 2020. Perseroan memerlukan tambahan fasilitas modal kerja terutama berupa fasilitas pembukaan LC atau SKBDN sampai dengan sejumlah $75-100 juta.
“Perseroan akan tetap mempertahankan dan meningkatkan hasil operasional melalui efisiensi produksi dan terus mengupayakan tambahan modal kerja berupa fasiitas pembukaan LC/SKBDN maupun pembiayaan supply chain,” jelasnya.
Sebelumnya, Fitch Ratings telah menurunkan peringkat jangka panjang Issuer Default Rating (IDR) produsen garmen PT Pan Brothers Tbk (PBRX) menjadi ‘C’ dari ‘CCC-‘.

Fitch juga telah menurunkan peringkat obligasi senior tanpa jaminan Pan Brothers senilai USD 171 juta yang jatuh tempo Desember 2025, yang diterbitkan oleh PB International B.V., menjadi ‘C’ dari ‘CCC-‘ dengan Peringkat Pemulihan ‘RR4’.
Pada saat yang sama, Fitch Ratings Indonesia telah menurunkan Peringkat Nasional Jangka Panjang Pan Brothers menjadi ‘C(idn)’ dari ‘CCC-(idn)’.
Mengutip situs resminya, penurunan peringkat ini terjadi setelah Pan Brothers gagal membayar amortisasi sebesar US$ 5 juta atas pinjaman sindikasinya sebesar US$ 124 juta, yang jatuh tempo pada tanggal 27 September 2023. Hal ini mengakibatkan Pan Brothers memasuki masa tenggang selama 30 hari dengan pemberi pinjaman bank-nya sejak tanggal jatuh tempo.
Terkait kinerja saham, hingga penutupan perdagangan Senin, (23/10/2023), PBRX ditutup Rp50. Harga ini tidak bergerak sejak seminggu yang lalu. Adapun kapitalisasi pasarnya mencapai Rp 323.91 miliar.
Pun pada pembukaan perdagangan hari ini, PBRX masih jadi penghuni kelompok saham gocap. 

source


Posted

in

by

Tags:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *