Alumni Murid SDN Cot Darat, Samatiga Sandang Gelar “Professor” – berita merdeka online

Aceh Barat, Berita Merdeka Online Muhammad Maulana, pria kelahiran, Jakarta, 26 April 1972. Sebelumnya pernah menjadi salah seorang murid pada Sekolah Dasar Negeri di gampong Cot Darat, kecamatan Samatiga, Kabupaten Aceh Barat lulusan pada tahun 1986.
Pria low profil dan murah senyum ini adalah anak ke tiga dari enam orang bersaudara. Ia merupakan buah hati dari pasangan H. MI. Abdullah dan Hj. Chadidjah Abbas. Semasa kecil ia tumbuh dan dibesarkan gampong Suak Timah, pusat kecamatan Samatiga.
Suami tercinta dari Erliayana Chudri ini telah dikaruniai empat orang anak sedang beranjak remaja masih duduk di bangku SMA.
Berdasarkan curriculum vitae yang dikirim ke redaksi. ia tercatat sebagai salah seorang alumni SDN Cot Darat Kecamatan Samatiga, kabupaten Aceh Barat.
Pada saat itu, sekolah tersebut dipimpin oleh Alm. Ibrahim Juned orang tua dari Dr. Saida Rosnafi dosen pada USK Darussalam Banda Aceh. Maulana kecil sampai saat ini masih sangat teringat pada sosok-sosok guru favorit yang pernah mendidiknya seperti almh. Rosnidar, Animar Harun, dan Nuraini.
Sementara itu, pendidikan setingkat SLTP ia tempuh di Madrasah Ulumul Qur’an Langsa selesai pada tahun1988, Selanjutnya Pendidikan setingkat Aliyah ditempuh pada MAPK Padang Panjang Sumatera Barat lulus pada tahun 1991.
Setelah menamatkan proses studi di Padang ia kemudian melanjutkan kuliah pada IAIN Ar-Raniry Banda Aceh. Ia sejak permulaan kuliah sangat tertarik dengan kajian tentang Hukum Islam sehingga Fakultas Syari’ah lah menjadi destinasi pengembangan ke ilmuwan. Baik Strata satu, strata dua dan strata tiga seluruhnya diselesaikan pada almamater yang sama.
Di sela-sela kesibukan bertugas sebagai dosen pada Fakultas Syari’ah , ia menyempatkan diri mengikuti berbagai macam program training dan short course baik skala nasional maupun internasional seperti short course di Hawaii University at Manoa USA, Short Course Mediasi pada Pusat Mediasi Nasional Mahkamah Agung, menjadi fasilitator penyelesaian sengketa warisan, perwalian dan rumah tangga melalui lembaga IDLO (International Development Law Organization) Home Base Finlandia dan action dari Australia, tahun 2008 dan 2009 dan pernah dipercayakan sebagai pengawas Baitul Mal Banda Aceh, selama dua periode terakhir
Disamping itu, sederetan tugas non akademik lain juga di diamanahkan pada sang “Professor ” seperti aktif menjadi pengurus LPTQ Aceh, nazir masjid raya Baiturrahman, sebagai salah seorang asesor nasional BANPT Dikti
Rupanya dalam bidang organisasi Professor ini sebelumnya juga pernah berperan aktif sebagai pengurus teras organisasi mahasiswa seperti IPMS dan IPELMABAR dimana kedua organisasi tersebut merupakan sebagai wadah pemersatu mahasiswa untuk berkiprah dalam berbagai kegiatan bersifat sosial kemasyarakatan.
Hari ini, seluruh masyarakat Samatiga tentunya merasa bangga dan bahagia padanya atas capaian gelar tertinggi di bidang akademik pada UNAIR Banda Aceh. Ahli pada konsentrasi Bidang HUKUM EKONOMI ISLAM (FIQH MUAMALAH)
Dengan banyak kajian dan penelitian berorientasi pada perbankan syariah. Konsentrasi ini masih sangat minim sekali digeluti dan dijadikan objek kajian oleh ilmuwan.
Prof. Maulana merupakan guru besar ke tiga asal Samatiga dimana sebelumnya baik Muhibuththabary maupun Mailizar Ali juga telah dianugerahkan gelar yang sama secara berturut-turut pada tahun ini.
Terhitung semenjak dibacakan SK Menteri Agama No : 2023 di Kantor Kementerian Agama RI, ruang sidang lantai 2, lapangan Benteng Barat Jakarta Pusat tepat jam 09 wib yang bersangkutan sah dan mengikat sebagai guru besar dan ia berhak memperoleh konsesi akibat dikeluarkan SK tersebut.
Dalam kesempatan singkat Dirjen Kamenag RI Prof Ali Ramzani mengingatkan bahwa jabatan guru besar merupakan amanah dan anugerah terbesar yang harus dijadikan sebagai barometer dalam pengembangan keilmuan di perguruan tinggi. Namun saat lebih dari itu seorang guru besar dituntut melakukan inovasi dan terobosan baru terkait dengan pencapaian kualitas pendidikan kearah yang lebih menjanjikan.
Sekjen Forbangsa Samatiga Suandi mewakili seluruh masyarakat Samatiga mengapresiasi setinggi -tingginya atas capaian guru besar oleh salah seorang putra terbaik Samatiga “Prof. Maulana” selamat dan sukses terus memberikan kontribusi dan pencerahan terbaik untuk kemajuan pendidikan Aceh, kata Suandi yang disampaikan melalui media ini Kamis (21/9-2023)
Ia menambahkan, semoga kedepan akan ada lagi putra-putri Samatiga lain merasa termotivasi dan cemburu dengan apa yang dicapai pada hari ini .imbuhnya. (Almanudar)
Loading
Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *





source


Posted

in

by

Tags:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *